Rabu, 15 Oktober 2014

Makalah DPKP tentang Kunjungan Wawancara Kelompok Tani Karangmulyo di Gamping, Nogotirto, Godean. Yogyakarta

LAPORAN ACARA IV
KUNJUNGAN WAWANCARA KELOMPOK TANI


Oleh :
1.      Yovi Avianto /13228
2.      Siti Ema Atiqah/ 13277
3.      Nur Wulan Fajriani/ 13173
Golongan        : A. 3. 2
Kelompok       : 8
Asisten            : 1.Vianita meiranti
2. Dasy Ratna Sari
3.Neni Kholimah




LABORATORIUM PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kelompok tani adalah sekumpulan orang yang berasal dari kalangan petani yang berkumpul karena ada kesamaan kepentingan dalam hal pertanian. Fungsi dari kelompok tani adalah mengkoordinasi dan  melakukan banyak hal secara bersama-sama, misalnya dalam hal penyediaan pupuk, penentuan masa tanam, penyedian saprodi pertanian hingga pembagian hasil (Sadikin dan Samandawai, 2007).
Kelompok tani bukannya tanpa masalah, tentu saja akan mengalami masalah dan kendala baik yang bersifat internal maupun eksternal. Beberapa contoh masalah internal yang terjadi di Kalangan kelompok tani adalah dalam struktur organisasi yang kurang jelas, dan juga pengelolaan koperasi pertanian.Sementara itu, permasalahan di luar organisasi dapat berupa masalah yang mendera masing-masing anggota kelompok tani seperti kelangkaan pupuk, pungutan liar, peminjaman modal, dan lain-lain (Hanafie, 2010).
Kelompok tani yang dikunjungi oleh penulis adalah kelompok tani yang bernama Kelompok tani Karangmulyo yang berdiri sekitar tahun 1998 di dusun karang tengah, Nogotirto, Gamping.Dalam pendirian kelompok tani ini dipelopori oleh seorang penyuluh pertanian dari pemerintah yang dating ke desa tersebut dan mendirikan kelompok tani untuk mempermudah akses petani.Asal mula pendirian kelompok tani ini didasarkan atas gagasan para PPL yang ada di Gamping, yang melihat banyaknya petani di Gamping dan belum terorganisir dengan baik.
Susunan Pengurus dari kelompok tani Karang Mulyo ini adalah dengan ketua Pak Samidi, sekretaris Pak Sukasni, bendahara Pak Slamet Pakrudin, dan humas Pak Ponijo. Selain keempat orang tersebut adalah menjabat sebagai anggota. Kelompok tani ini memiliki berbagai kegiatan, misalnya pertemuan setiap sebulan sekali yaitu pada hari minggu pahing dimana tempat pertemuannya bergiliran antar anggota kelompok tani tersebut, pelayanan pupuk (Gudang) dan obat-obatan, kerja bakti urusan irigasi, giat memberantas hama, dan kas petani (membantu petani dalam penyediaan pupuk). Sumber dana kas petani adalah dengan arisan tiap bulan yaitu sebesar Rp.2000  yang nantinya ketika mendapatkan kocokan 50% dari hasil arisan dimasukkan ke kas kelompok. Keadaan organisasi kelompok tani Karang Mulyo termasuk sulit untuk berkumpul karena kesibukan anggota kelompok masing-masing, sehingga pertemuan dilakukan hanya sebulan sekali untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi.
Kelompok tani Karang Mulyo sama seperti kelompok tani lainnya akan memiliki beberapa masalah. Berikut adalah beberapa masalah yang dihadapi oleh kelompok tani tersebut: Ada banyak hama tikus yang menyerang tanaman padi petani. Hingga saat ini hama ini termasuk hama yang paling susah dikendalikan, penjualan hasil panen masih bergantung kepada tengkulak, modal input tidak sesuai dengan hasil output sehingga pendapatan petani cenderung kecil, pupuk subsidi sedikit, dan pupuk semakin mahal, komoditas yang ditanam cenderung hanya 2 jenis yaitu padi dan kacang tanah. Oleh karena penanaman yang dilakukan hanya 2 jenis tanaman, menyebabkan kurang bisa dilakukan variasi.Pengelolaan tanaman padi dan kacang tanah tersebut juga kurang maksimal.
Untuk masalah utama yang paling berat dihadapi kelompok tani Karang Mulyo adalah tentang koperasi pertanian. Pada daerah Nogotirto tidak terdapat koperasi pertanian sehingga menyulitkan petani yang akan melakukan berbagai aktivitas pertanian. Koperasi pertanian bagi petani adalah mempermudah petani dalam memperoleh modal usaha, sarana produksi, dan kebutuhan lain yang dibutuhkan sehingga dapat memajukan usaha anggota koperasi tersebut.
Dalam mengupayakan penyuluhan kepada kelompok tani tentang koperasi pertanian diperlukan suatu alat bantu penyuluhan. Alat peraga yang digunakan untuk penyuluhan kelompok tani Karangmulyo adalah poster karena keefektifan poster yang berisi gambar dan sedikit tulisan untuk memperjelas gambar ilustrasi tersebut.Selain itu, karena sulitnya mengumpulkan anggota kelompok tani keculai pada hari Minggu Pahing, maka alat peraga poster dapat efektif karena hanya untuk beberapa orang saja. Poster yang dibuat berisi tentang betapa pentingnya koperasi pertanian dan apa saja manfaat yang akan didapatkan oleh petani ketika dapat mendirikan koperasi pertanian.

B.     Tujuan
1.      Mengetahui masalah yang dihadapi oleh Kelompok Tani
2.      Memberikan solusi yang tepat untuk masalah kelompok tani
3.      Memilih alat peraga yang sesuai untuk melakukan penyuluhan kepada kelompok tani
  
II.    ISI

A.    Permasalahan Pertanian
Kelompok tani yang ada di Karangtengah, Nogotirto, Gamping DIY merupakan suatu perkumpulan para petani yang ada di desa tersebut.Kelompok tani yang pada tahun 1997 ini bernama Karangmulyo, telah banyak membantu para petani di desa tersebut.Namun dalam perjalanan kelompok tani tersebut masih terdapat kendala diantaranya, penyediaan pupuk yang kuang memadai di gudang kelompok dan harga pupuk di gudang dirasa petani masih lebih mahal dari pupuk eceran, sehingga para anggota kelompok tani cenderung memilih membeli di toko pupuk eceran. Sarana da prasarana yang kurang memadai membuat petani cenderung bekerja manual dan tidak efektif dan tidak menggunakan teknologi pertanian karena untuk membeli mahal dan untuk menyewa menambah modal pengeluaran  1x produksi. Ketergantungan petani dalam menjual hasil mereka kepada tengkulak sehingga keuntungan yang mereka peroleh setiap kali panen pun kecil dan bahkan hanya dapat menutupi input pada produksi pertanian mereka.Dalam penyediaan pupuk, walaupun telah dibangun gudang pupuk, namun petani masih membeli pupuk eceran karena dirasalebih murah dengan  perbedaan harga Rp 500,00. Namun perbedaan harga tersebut dirasa oleh petani sangat terasa. Padahal keuntungan tersebut akan dikembalikan untuk petani lagi dan sebagai pemasukan kas kelompok.
Pengelolaan hasil yang kurang optimal sehingga membuat petani mendapatkan untung kecil dan jauh dari kemakmuran. Petani tidak dapat bersaing harga di pasaran sehingga mereka lebih memilih cara mudah yaitu percaya kepada tengkulak. Kurangnya optimalisasi penyediaan kebutuhan petani dalam kelompok tersebut membuat petani masih harus mengusahakannya sendiri. 
  
B.     Solusi Permasalahan
Adanya permasalahan tentang pengelolaan hasil, penyediaan sarana prasarana pertanian,penyediaan pupuk salah satu jalan keluarnya adalah membentuk koperasi pertanian di kelompok tani tersebut. Sehingga hasil panen petani dapat dikelola sendiri oleh kelompok dan petani mendapatkan untung lebih besar.
Manfaat adanya koperasi pertanian antara lain adalah menyediakan sarana dan prasarana pertanian di kelompok tani tersebut, mengelola hasil pertanian kelompok tani tersebut sehingga mendpat untung yang lebih besar, menyediakan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau oleh petani, penyediaan modal dalam bentuk simpan pinjam.
Sesuai dengan prinsip koperasi yaitu mensejahterakan anggotanya.Orientasi kegiatan koperasi adalah untuk kesejahteraan anggota baik dalam permodalan, penyediaan dan pengelolaan hasil. Dalam koperasi dibutuhkan gotong royong dan kerjasama antar anggotanya sehingga akan tercapai kesadaran anggotanya untuk saling membantu dan memajukan pertanian dalam usaha pertaniannya.

 C.  Alat Peraga

 Alat peraga yang digunakan dalam penyuluhan pertanian di Kelompok tani Karangmulyo        Nogotirto godean, Gamping DIY adalah poster.
            Poster adalah media yang diharapkan mampu mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.Poster merupakan media komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan singkat, padat, dan impresif, karena ukurannya yang relatif besar.Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi.Tujuan poster adalah menginformasikan kepada pembaca tentang sebuah informasi yang dikemas dengan kata-kata lebih singkat, padat, jelas dan menarik. Manfaat poster adalah agar para pembaca lebih mengerti apa yang ingin di ungkapkan sang penulis poster dengan menggunakan kata-kata yang lebih singkat dan sederhana.
Poster yang dibuat oleh kelompok 8 merupakan poster yang bertemakan tentang pentingnya koperasi pertanian bagi kelompok tani Karangmulyo.
Berdasarkan masalah yang menurut kami ada di kelompok tani Karangmulyo tentang hasil panen yang langsung dijual pada tengkulak sehingga memperoleh keuntungan yang lebih sedikit dibanding jika dikelola sendiri atau dengan koperasi pertanian yang menjualnya, susah nya mendapatkan alat-alat dan bahan-bahan untuk bertani seperti mesin pembajak atau traktor, pupuk, benih, dlsb. Oleh karena itu solusi yang memungkinkan adalah dengan didirikannya koperasi pertanian untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan petani, menyediakan pinjaman, tabungan untuk petani-petani di dalam kelompok koperasi pertan

Gambar poster yang telah dibuat :



 
 Poster yang telah dibuat berjudul “KOPERASI PERTANIAN JOSS” dan dibawahnya terdapat tulisan Mantap Boss.Arti dari judul Koperasi Pertanian Joss adalah untuk menekankan kepada petani bahwa dengan adanya koperasi dapat mempunyai keuntungan-keuntungan hingga petani dapat tertarik pada poster yang telah di buat, tulisan Mantap bos diharapkan agar petani lebih nyakin bahwa koperasi pertanian memang terbukti mantap atau memiki kuntungan lebih banyak bagi petani, juga sebagai tambahan pelengkap judul.
           Gambar yang ada dalam poster lebih dominan dan tulisannya hanya sebagai pelengkap.Gambar yang ada dalam poster tersebut ada 5 aspek gambar yang membentuk seperti satu lingkaran.Gambar yang ditengah terdapat logo koperasi pertanian Indonesia ini menunjukan bahwa 4 aspek yang melingkar berporos pada koperasi pertanian.Koperasi pertanian menjadi faktor utama untuk mendukung kegiatan-kegiatan pertanian petani dalam beraktivitas.Gambar yang ada paling atas adalah gambar petani, gambar tersebut untuk menunjukan petani-petani yang ada dalam organisasi koperasi pertanian yang menjadi penggerak koperasi pertanian dapat berjalan dengan baik dan lancar sehinggadapat berguna bagi petani itu sendiri.Gambar sebelah kanan adalah alat-alat yang mendukung aktivitas petani seperti traktor.Alat-alat pendukung aktivitas petani dapat dipinjam lebih mudah dengan adanya koperasi pertanian.Koperasi pertanian juga dapat membeli traktor dari uang kas yang telah disimpan sesuai dengan keinginan petani.Gambar sebelah kiri adalah gambar pupuk, benih yang merupakan kebutuhan petani untuk membudidayakan pertanian miliknya.Koperasi pertanian dapat memberikan pupuk, benih kepada petani lebih mudah karena sudah ada yang mengkordinasi. Harga pupuk dan benih dapat dibeli dengan harga yang standar atau lebih murah dan uang dari hasi pembelian akan disimpan dalam koperasi pertanian untuk menjadi pendapatan yang nanti akan disalurkan lagi untuk petani. Selain itu dapat memperoleh pupuk dan benih-benih yang lebih baik kualitasnya karena sudah terjamin yang membelinya adalah petani yang menjadi pengurusnya.Gambar yang terakhir adalah gambar hasil pertanian yang ada dibawah. Hasil pertanian yang diperoleh dapat lebih berkualitas, bertambah, dan lebih mengutungkan karena dengan adanya koperasi pertanian hasil pertanian akan dijual oleh koperasi pertanian yang akan memberikan harga jual yang tinggi atau standar dibanding dengan menjualnya hanya ke tengkulak.
           Alat peragadapat membantu penyuluhan agar lebih efektif dan dimengerti oleh petani yang diberikan informasinya.Poster dapat membangkitkan keinginan untuk petani agar mereka lebih tertarik dan ingin mempraktekan seperti yang ada dalam poster.
           Poster tentang Koperasi pertanian yang menjadi alat peraga untuk petani Karangmulyo dirasa cukup membantu namun kurang terlalu efektif.
           Kelebihan poster ini adalah petani tahu informasi secara sekilas, namun tidak terlalu rinci.Petani juga memiliki rasa ketertarikan dan keingintahuan yang besar pada poster karena memiliki gambar yang menarik dan kata-kata hanya sedikit hingga tidak membuat jenuh petani. Poster juga dapat disimpan di dinding sehingga petani dapat selalu mengingat dan melihatnya, sehingga akan timbul keinginan petani untuk mencari tahu lebih dalam tentang koperasi pertanian dan dapat mempraktikannya ke kelompok taninya jika benar-benar dapat bermanfaat banyak bagi kelompok tani.keefektifan poster yang berisi gambar dan sedikit tulisan untuk memperjelas gambar ilustrasi tersebut. Selain itu, karena sulitnya mengumpulkan anggota kelompok tani keculai pada hari Minggu Pahing, maka alat peraga poster dapat efektif karena hanya untuk beberapa orang saja.
           Kekurangan yang ada pada poster adalah kurangnya informasi yang ada karena hanya gambar yang dominan dan penjelasannya tidak ada, hingga saat memberikan penyuluhan harus tahu secara mendalam, Poster yang ada mungkin bagi petani hanya informasi singkat yang diberi tahu sehingga petani tidak terlalu memperdulikannya.

III. PENUTUP

A.                Kesimpulan
Permasalahan yang teerjadi di kelompok tani Karangmulyo, Gamping merupakan permasalahan pertanian yang cenderung kompleks diantaranya adalah pengelolaan hasil yang belum optimal, penyediaan sarana prasarana pertanian dan penyediaan pupuk, serta modal pertanian.Salah satu solusinya adalah dengan membentuk koperasi yang dapat mensejahterakan anggotanya. Solusi tersebut harus diinformasikan kepada petani,metode penyuluhan yang diambil adalah dengan menggunakan alat peraga poster yang mempunyai beberapa keunggulan yaitu sederhana dan menarik perhatian.

B.                 Saran
Kelompok tani harus aktif dalam pengembangan kelompok tani mereka.Saling bekerjasama dan gotong royong sehingga tercapai tujuan adanya kelompok tani tersebut.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Sadikin dan S. Samandawai.2007. Konflik Keseharian di Pedesaan Jawa. Akatiga: Bandung
Hanafie, R. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Penerbit Andi: Yogyakarta

V.                LAMPIRAN























 

Sekilas Video Penyuluhan Tentang Koperasi Pertanian dengan Menggunakan Alat Peraga Poster


Selasa, 14 Oktober 2014

Penyuluhan DPKP Acara 4

 Berikut ini adalah beberapa foto saat kami melakukan penyuluhan kepada kelompok tani Karang Mulyo


 








Jumat, 19 September 2014

Inovasi Pertanian: Gabungan Akuakultur dan Hidroponik

Tomat dan ikan sukses dibudidayakan di dalam lingkungan yang sama. Air kotor dari akuarium menyediakan nutrisi mineral yang penting bagi pertumbuhan tanaman.
Ratusan ikan tilapia berhabitat dalam puluhan akuarium di Institut Ekologi Air Tawar dan Perikanan Darat di Berlin. Deretan akuarium terletak di dalam rumah kaca yang juga menjadi tempat tumbuhnya tanaman tomat. Pendingin ruangan membuat suhu di dalam rumah kaca konstan pada angka 27 derajat Celsius - lingkungan yang kondusif bagi tomat dan tilapia. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menumbuhkan sayuran dan mengembangbiakkan ikan pada kondisizero emission atau emisi nol.
Produksi pangan berteknologi tinggi
Tomat dan ikan dapat hidup dalam lingkungan artifisial yang menggunakan teknologi untuk memastikan hasil yang optimal.
Ikan dikembangbiakkan secara manusiawi, bela Werner Kloas yang membuat konsep proyek. Jumlah ikan di dalam akuarium disesuaikan dengan jumlah normal di habitat asli mereka.
Tomat juga tumbuh dalam lingkungan buatan. Mereka ditanam bukan dalam tanah, tapi dalam wol mineral. "Kultivasi tanaman tanpa tanah namanya hidroponik," jelas Hendrik Monsees, seorang ahli biologi di institusi tersebut.
Jenis kultivasi dan pertanian semacam ini bukan sesuatu yang baru. Sayuran tumbuh dalam rumah kaca di berbagai penjuru dunia. Dan beternak ikan dalam akuarium juga bukan sesuatu yang revolusioner. Tapi apa yang baru adalah air dari akuarium digunakan untuk menumbuhkan tomat. Akuakultur, yakni peternakan organisme akuatik, dan hidroponik - menumbuhkan tanaman menggunakan solusi nutrisi mineral dalam air, tanpa tanah - selama ini merupakan domain yang terpisah, ungkap Kloas.
Pada intinya, proyek ini menggabungkan akuakultur dan hidroponik.
"Saat tanaman butuh air dan nutrisi, akan didapatkan dari akuarium," kata Kloas.
Dua tahapan purifikasi air
Ikan mengeluarkan amonia, yang beracun bagi tilapia, sehingga airnya harus dirawat. Namun keuntungannya, air kotor dari akuarium justru menjadi pupuk ideal bagi tomat begitu kotoran ikan sudah difilter dan amonia dipisahkan secara kimiawi.
Di dalam rumah kaca, segala proses ini berlangsung otomatis. Air kotor dari akuarium masuk ke dalam pipa plastik berwarna putih. Pada tahap awal, kotoran ikan disaring keluar kemudian air dipurifikasi dalam sebuah biofilter.
Di dalam filter terdapat plastik-plastik kecil yang mengapung di atas air. Ukuran plastik hanya sebesar ujung jempol, namun permukaannya ampuh menyaring bakteri.
"Ini bakteri - Nitrosomonas dan Nitrobacter - yang lazim dijumpai di dalam air," pungkas Kloas. Proses nitrifikasi dilakukan oleh kedua kelompok bakteri tersebut. Nitritasi mengubah amonia menjadi nitrit. Dan nitratasi mengubah senyawa nitrit menjadi nitrat.
Dan nitrat merupakan komponen penting dan berharga bagi pupuk tanaman.
Air yang dirawat dalam akuarium dialirkan melalui pipa ke boks-boks tempat tanaman tomat tumbuh. Nitrat diekstrak dari air - sisa air terbuang melalui dedaunan sebagai uap air. Sejumlah perangkap dingin terpasang di langit-langit untuk memastikan kondensasi air kembali diarahkan ke akurium. Siklus ikan-tomat terpenuhi sudah.
Menghemat air
Tanaman tomat dalam rumah kaca tidak membutuhkan air tawar layaknya peternakan ikan dan penanaman sayuran konvensional.
"Dengan sebuah sistem siklus tertutup, kami hanya membutuhkan sekitar 10 persen air tawar per hari," tandas Werner Kloas. "Kami dapat menghemat begitu banyak air dan oleh karena itu tercipta sebuah sistem berkelanjutan."

sumber: DW

Tanam Bibit Padi di Styrofoam

Liputan6.com, Bantul: Biasanya, petani menyemai bibit padi di sebagian petak sawah. Namun, Tugiyo punya cara baru. Warga Desa Gulon, Kecamatan Pundong, Bantul, Yogyakarta, ini memanfaatkan kotak styrofoam yang didapat dari sejumlah perkantoran sebagai tempat menabur benih. Sebagai media tanam digunakan pasir, dicampur dengan limbah biogas kotoran sapi yang berfungsi sebagai pupuk. 

Hasilnya menakjubkan. Bila biasanya dibutuhkan waktu 21 hari bibit padi siap ditanam, dengan cara ini hanya dibutuhkan waktu tujuh hari saja. "Kita bisa lakukan sebagai pekerjaan rumah, anak-anak pun bisa," kata Tugiyo, Ahad (8/1). 

Menurut Sudardi, petugas Balai Penyuluhan Teknologi Pertanian atau BPTP Bantul, penggunaan styrofoam tidak akan membuat bibit tercemar bahan kimia. "Saya rasa tidak pencemaran karena hanya sebentar, selama persemaian saja," ucapnya. 

Keuntungan lain, bibit padi dalam styrofoam bisa langsung dibawa ke sawah sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya mencabut bibit padi sebelum ditanam. Dengan inovasi ini, dapat mengurangi biaya produksi

sumber: Liputan6

Bisnis Tanaman Hias Menjanjikan


Tanaman hias berpeluang besar menjadi komoditas yang menguntungkan. Permintaan pasar yang terus meningkat sebesar sepuluh persen tiap tahun membuat sektor florikultura sangat menjanjikan dari sisi bisnis. “Pedagang kecil seperti kami omzetnya bisa mencapai Rp 3-5 juta tiap bulan,” ujar Rizal, penjual tanaman hias di kawasan Senayan pada Kamis, 15 Mei 2014.

Perkembangan bisnis di sektor florikultura ini didorong oleh tingginya permintaan tanaman hias dari pengembang perumahan dan apartemen baru di kota-kota besar. “Pelanggan kami paling banyak dari pemilik rumah baru atau pengembang properti yang butuh mempercantik huniannya," kata Rizal. Tak mengherankan, kata dia, jika permintaan pasar terhadap tanaman hias meningkat sebesar 31,62 persen.

Tingginya permintaan terhadap tanaman hias ternyata juga diimbangi dengan meningkatnya produktivitas. Data Kementerian Pertanian menunjukkan total produksi tanaman hias mencapai 616 juta tangkai dengan laju pertumbuhan sebesar 26 persen tiap tahunnya.

“Dari sisi produktivitas, tanaman anggrek dan krisan merupakan yang tertinggi mencapai di atas 30 persen,” kata Farida Nuraini, Kepala Seksi Bimbingan Usaha Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura Kementerian Pertanian.

Akan tetapi, potensi bisnis ini bisa terlewatkan bila pemerintah tidak peduli terhadap merosotnya jumlah lahan panen untuk tanaman hias. “Luas panen untuk komoditas anggrek dan mawar yang merosot tajam mencapai minus sepuluh persen,” kata Farida. Hal ini amat riskan mengingat permintaan terhadap kedua tanaman hias tersebut tergolong tinggi. 

sumber: Tempo

Mulsa Organik Meningkatkan Hasil dan Mengatasi Kekeringan

Mulsa merupakan suatu material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Mulsa dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan materialnya yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik.
Mulsa organik berasal dari bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman seperti jerami dan alang-alang. Mulsa organik diberikan setelah tanaman atau bibit ditanam. Keuntungan mulsa ini adalah lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik pada tanah.
Mulsa anorganik terbuat dari bahan-bahan sintetis yang sukar/tidak dapat terurai. Contoh mulsa anorganik adalah mulsa plastik, mulsa plastik hitam perak atau karung. Mulsa ini dipasang sebelum tanaman/bibit ditanam, lalu dilubangi sesuai dengan jarak tanam.
Pada lahan rawa pemanfaatan mulsa belum banyak dilakukan. Balai Penelitian Lahan Rawa (Balittra) mencoba melakukan penelitian terhadap pemanfaatan mulsa pada tanaman tomat.
Tomat dapat ditanam pada lahan rawa, baik pada sistem surjan maupun hamparan, tergantung pada tipe luapan. Menanam tomat dapat dilakukan pada musim hujan maupun musim kemarau. Penanaman pada musim kemarau sering mengalami kekeringan karena curah hujan yang rendah, akibatnya hasil tomat menjadi rendah.
Salah satu upaya mengatasi masalah kekeringan yaitu dengan penggunaan mulsa. Bahan yang bisa dijadikan mulsa antara lain mulsa plastik untuk yang anorganik, atau mulsa alang-alang, brangkasan palawija untuk organik.
Hasil penelitian di lahan rawa menunjukkan bahwa pemberian mulsa dapat meningkatkan hasil tomat. Hasil yang didapat dari ketiga bahan mulsa tersebut berbeda. Bahan mulsa terbaik adalah yang berasal dari brangkasan palawija dengan hasil mencapai 23,6  ton per hektar.
Mulsa dari alang alang memberikan hasil 19,0  ton per hektar, mulsa plastik 15,9  ton per hektar, sedangkan tanpa mulsa hanya menghasilkan 12,3 ton per hektar.
Pemberian mulsa brangkasan palawija memberi keuntungan karena melapuk secara perlahan sehingga menambah hara bagi tanaman.

Yovi Avianto 13228